Metode Farmakologi 4

 Nama : Qotrunnada Salsabila Shofiyah

Nim : F1f120019

Link: https://youtu.be/RrAdxV2tfU8

Turbidimetri merupakan analisis kuantitatif yang didasarkan pada pengukuran kekeruhan atau turbidan dari suatu larutan akibat adanya suspensi partikel padat dalam larutan. Artinya turbidimetri adalah analisa yang berdasarkan hamburan cahaya. Hamburan cahaya terjadi akibat adanya partikel yang terdapat dalam larutan. Partikel ini menghamburkan cahaya ke segala arah yang mengenainya. Turbidimetri adalah pengukuran spesies hamburan cahaya dalam larutan dengan memanfaatkan intensitas cahaya berkas masuk setelah dilewatkan melalui larutan.

Komentar

  1. Dalam metode turbidimetri ini dalam menganalisa suatu antibiotik kerjanya terhadap mikroorganisme apakah ada faktor yang dapat menghalangi kerja alat dalam mendapatkan hasil yang sempurna?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Faktor dari mikroba uji yang dapat mempengaruhi hasil analisis antibiotika
      - Mikroba uji yang digunakan harus berasal dari galur murni
      - Dapat memberikan respon yang bertingkat antara peningkatan konsentrasi dengan peningkatan daerah hambatannya.
      - Untuk penetapan cara tabung (turbidimetri) perbedaan kekeruhan pada tingkat dosis tertentu harus terlihat jelas.

      Kemudian
      Faktor yang harus diperhatikan pada penentuan potensi antibiotika dengan cara turbidimetri:

      1. Gunakan tabung- tabung dengan ukuran dan ketebalan yang seragam sehingga rambatan panas yang diterimanya juga sama.

      2. Medium perbenihan yang telah diinokulasi hendaknya didinginkan sebelum dimasukkan ke dalam tabung.

      3. Gunakan bejana inkubasi/shaker incubator dg kapasitas yang memadai, sehingga tabung dapat diaduk dengan kapasitas yang sama

      Hapus
  2. Dijelaskan bahwasanya turbidimetri ini digunakan pada sampel yang sulit larut air tetapi juga dikatakan bahwa turbidimetri ini didasarkan pada kemampuan antibiotik yang diuji untuk membunuh mikroorganisme spesifik yang terdapat dalam USP dalam larutan, bagaimana caranya sampel yang tidak larut air tersebut dapat digunakan dalam larutan apakah sampel tersebut dalam pengujiannya dilarutkan dalam suatu pelarut atau tidak?dan jika iya pelarut seperti apa yang dapat digunakan pada sampel yang sukar larut air tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada analisis basah, langkah pertama adalah melarutkan sampel dengan pelarut yang sesuai. Pelarut pertama yang digunakan adalah air, kalau sampel tidak larut dalam air, maka dapat digunakan asam klorida, asam nitrat dan air raja.
      Untuk keperluan pengujian kelarutan ini, dipakai selalu zat dalam jumlah sedikit mungkin dalam keadaan dingin dan setelah dikocok dgn kuat tdk memberikan hasil, dilanjutkan dgn pamanasan. Jika keadaan panas tidak juga larut walaupun sudah dilakukan pengocokan atau pengadukan, maka dilanjutkan dengan menggunakan pelarut yang sesuai, dapat dilakukan analisis lebih lanjut, yaitu analisis pengenalan kation.

      Hapus
  3. Prinsip analisis antibiotika adalah membandingkan respon dari mikroba uji yang peka dalam kondisi percobaan yang sama terhadap zat baku standar dan zat uji. Sebagai zat baku standar digunakan zat/senyawa yang telah diketahui kemurnian dan kekuatan/potensinya.

    Adapun respon yang diamati adalah berupa efek hambatan terhadap pertumbuhan mikroba uji yang ditunjukkan oleh daerah bening (inhibition zone ) di sekeliling zat uji (Cara Difusi) atau kekeruhan ( turbiditas) yang ditimbulkan oleh pertumbuhan mikroba dalam medium cair (Cara Turbidimetri).
    Dimana turbidimetri Dengan cara ini digunakan media cair, hambatan pertumbuhan mikroba uji diukur dengan menentukan kekeruhan (turbiditas) larutan dengan suatu alat yang cocok, misalnya spektrofotometer.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Metode farmakologi 6

Kimia medisinal 9

Kimia medisinal 4