Pemeriksaan aktivitas LDH pada cairan pleura yang lebih tinggi dibandingkan dengan LDH serum menunjukkan bahwa adanya sel keganasan pada cairan pleura. Aktivitas LDH yang tinggi tidak hanya menunjukkan adanya sel ganas dalam cairan tersebut, namun dapat menunjukkan adanya proses inflamasi dalam pleura.
Pemeriksaan makroskopis cairan pleura sangat membantu dalam menentukan
transudat dan eksudat, walaupun banyak transudat dan beberapa eksudat tampak jernih,
kekuning-kuningan, tidak berbau dan non viscous, tampak berdarah, keruh, milky atau
tampak kental bisa menunjukkan sebab dari efusi pleura tersebut
Dijelaskan bahwa penyakit anemia dapat merubah kadar LDH, apakah hal tersebut dapat mempengaruhi LDH dalam membantu membedakan eksudat dari efusi transudat, mengapa hal tersebut terjadi?
Pada dasarnya pemeriksaan LDH sendiri dapat menandakan adanya penyakit anemia megaloblastik dengan hasil pemeriksaan LDH apabila lebih dari 50 kali LDH-1 dan LDH-2. Kemudian untuk hal ini sendiri tidak berpengarub pasa pemeriksaan LDH terhadap eksudat dari efusi transudat karena LDH adalah enzim sitoplasma yang terdapat di hampir semua jaringan tetapi pada konsentrasi tinggi di otot, hati, dan ginjal. Sel darah merah juga mengandung konsentrasi sedang dari enzim ini. LDH menunjukkan lima bentuk isomer yang dirangkai dalam tetramer dari salah satu dari dua jenis subunit, yaitu otot (M) dan jantung (H). Isoform yang disebut isozim diberi nama LDH-1 hingga LDH-5, masing-masing memiliki ekspresi yang berbeda dalam jaringan yang berbeda. [3] Ekspresi LDH yang berbeda ini adalah dasar pentingnya sebagai penanda diagnostik klinis
Nama : Qotrunnada Salsabila Shofiyah NIM : F1f120019 Link : https://youtu.be/2uAWeX_34Gk Demam dengue dan Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue, yang termasuk dalam genus Flavivirus, keluarga Flaviviridae. Virus dengue dalam penyebarannya terdapat 4 serotipe yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4 yang semuanya dapat menyebabkan demam dengue atau demam berdarah dengue
Nama : Qotrunnada salsabila shofiyah NIM: F1F120019 Kelas : 6A Link: https://youtube.com/watch?v=lVwl3-0RxeE&feature=share8 FFAR4/GPR120 adalah protein membran integral yang sangat atraktif sebagai target untuk pengembangan obat diabetes. Struktur kristal protein membran GPCR sulit diperoleh. Akibatnya sebagian besar dari protein GPCR tidak memiliki struktur 3 dimensi yang didapatkan melalui eksperimen. Penerapan metode komputasional yakni pemodelan homologi komparatif adalah titik awal yang baik untuk digunakan. Dalam pengembangan senyawa agonis selektif FFAR4/GPR120 dengan spesifisitas tinggi, pemodelan homologi FFAR4/GPR120 dapat dibangun dengan memanfaatkan struktur kristal GPCR lain yang tersedia
Nama : Qotrunnada salsabila shofiyah Nim : F1F120019 Link : https://youtu.be/V-bP-w5t_ls kimia fisika memegang peranan penting dalam menentukan metode yang tepat untuk formulasi suatu obat, sehingga didapatkan suatu sediaan yang efektif, stabil, dan aman. Sifat fisika kimia ini juga akan berkaitan erat dalam pengangkutan obat untuk mencapai reseptor. Sebelum mencapai reseptor, molekul-molekul obat harus melalui bermacam-macam membran, berinteraksi dengan senyawa-senyawa dalam cairan luar dan dalam sel serta biopolimer. Disini sifat kimia dan fisika berperan dalam proses penyerapan dan distribusi obat sehingga kadar obat pada waktu tertentu mencapai reseptor dalam jumlah yang cukup besar. Hanya obat yang mempunyai struktur dengan kekhasan yang tinggi saja yang dapat berinteraksi dengan reseptor biologis, sifat kimia fisika harus menunjang orientasi khas molekul pada permukaan reseptor.
Bagaimana LDH dapat membantu dalam membedakan eksudat dari efusi transudat, apa peran dari LDH tersebut?
BalasHapusPemeriksaan aktivitas LDH pada cairan pleura yang lebih tinggi dibandingkan dengan LDH serum menunjukkan bahwa adanya sel keganasan pada cairan pleura. Aktivitas LDH yang tinggi tidak hanya menunjukkan adanya sel ganas dalam cairan tersebut, namun dapat menunjukkan adanya proses inflamasi dalam pleura.
HapusPemeriksaan makroskopis cairan pleura sangat membantu dalam menentukan
transudat dan eksudat, walaupun banyak transudat dan beberapa eksudat tampak jernih,
kekuning-kuningan, tidak berbau dan non viscous, tampak berdarah, keruh, milky atau
tampak kental bisa menunjukkan sebab dari efusi pleura tersebut
Dijelaskan bahwa penyakit anemia dapat merubah kadar LDH, apakah hal tersebut dapat mempengaruhi LDH dalam membantu membedakan eksudat dari efusi transudat, mengapa hal tersebut terjadi?
BalasHapusPada dasarnya pemeriksaan LDH sendiri dapat menandakan adanya penyakit anemia megaloblastik dengan hasil pemeriksaan LDH apabila lebih dari 50 kali LDH-1 dan LDH-2.
HapusKemudian untuk hal ini sendiri tidak berpengarub pasa pemeriksaan LDH terhadap eksudat dari efusi transudat karena LDH adalah enzim sitoplasma yang terdapat di hampir semua jaringan tetapi pada konsentrasi tinggi di otot, hati, dan ginjal. Sel darah merah juga mengandung konsentrasi sedang dari enzim ini. LDH menunjukkan lima bentuk isomer yang dirangkai dalam tetramer dari salah satu dari dua jenis subunit, yaitu otot (M) dan jantung (H). Isoform yang disebut isozim diberi nama LDH-1 hingga LDH-5, masing-masing memiliki ekspresi yang berbeda dalam jaringan yang berbeda. [3] Ekspresi LDH yang berbeda ini adalah dasar pentingnya sebagai penanda diagnostik klinis
Dari pertanyaan diatas, maka bagaimana cara alternatif agar LDH dapat dengan akurat dapat membedakan eksudat dari efusi transudat?
BalasHapusPemeriksaan makroskopis cairan pleura sangat membantu dalam menentukan
Hapustransudat dan eksudat.
Dikatakan eksudat apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. Rasio protein cairan pleura: serum lebih dari 0,5
b. Aktivitas LDH cairan pleura lebih dari 200 U/L (2/3 batas atas nilai normal serum)
c. Rasio LDH cairan pleura: serum lebih dari 0.6.